|
|
Perilaku
Moral
|
Tanggung
Jawab Hukum
|
Kinerja
Profesional
|
Tanggung
Jawab Sosial
|
Dukungan
Internal
|
|
Keharusan Moral Umum
|
X
|
X
|
|
|
|
|
Tanggung Jawab Profesional yang Lebih
Spesifik
|
X
|
X
|
X
|
X
|
|
|
Keharusan Kepemimpinan Organisasi
|
|
X
|
|
|
X
|
Tampilkan postingan dengan label SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 08 Maret 2014
TOPIK YANG TERCAKUP DALAM KODE ETIK DAN PERILAKU PROFESIONAL ACM
MENERAPKAN ETIKA DALAM TEKNOLOGI INFORMASI
Kode Etik
Association
of Computing Machinery (ACM) yang didirikan tahun 1947 adalah organisasi
komputer profesional tertua di dunia, dan telah menyusun Kode Etik dan
Perilaku Profesional (Code of Ethics and Professional Practice) yang
diharapkan diikuti 80.000 anggotanya. Selain itu, Kode Etik dan Praktik Profesional Rekayasa Peranti Lunak
(Software Engineering Code of Ethics and Professional Practice) bertujuan
agar bertindak sebagai panduan untuk mengajarkan dan mempraktikkan rekayasa
peranti lunak, yaitu penggunaan prinsip-prinsip perancangan dalam pengembangan
peranti lunak.
Kode Etik dan Perilaku Profesional ACM
Bentuk
kode etik ACM yang ada saat ini diadopsi pada tahun 1992 dan berisi
“keharusan”, yang merupakan pernyataan tanggung jawab pribadi diantaranya :
1. Keharusan Moral Umum
Keharusan ini berkenaan dengan perilaku
moral dan isu-isu yang pada saat ini mendapat perhatian hukum.
2. Tanggung Jawab Profesional yang
Lebih Spesifik
Hal ini berkenaan dengan dimensi-dimensi
kinerja profesional.
3. Keharusan Kepemimpinan Organisasi
Sebagai pemimpin, anggota ACM memiliki
tanggung jawab untuk mendukung penggunaan sah sumber daya komputer,
menstimulasi orang lain di organisasi untuk memenuhi tanggung jawab sosial,
memungkinkan pihak lain di dalam organisasi mendapatkan manfaat komputer, serta
melindungi kepentingan para pengguna.
4. Kepatuhan terhadap Kode
Di sini, anggota ACM harus
mengindikasikan dukungan untuk kode etik.
ETIKA KOMPUTER
James
H.Moor mendefinisikan etika komputer sebagai analisis sifat dan dampak sosial
teknologi komputer serta perumusan dan justivikasi dari kebijakan-kebijakan
yang terkait untuk penggunaan teknologi tersebut secara etis. Dengan
demikian,etika komputer terdiri atas dua aktifitas utama. Orang diperusahaan
yang merupakan pilihan yang logis untuk menerapkan program etika ini adalah CIO
(Chief Information
Officer).
Seorang CIO harus :
1) Menyadari dampak
penggunaan komputer terhadap masyarakat dan
2) Merumuskan
kebijakan yang menjaga agar teknologi tersebut digunakan diseluruh perusahaan
secara etis.
Satu hal amatlah penting : CIO tidak menanggung tanggung
jawab manajerial untuk penggunaan komputer secara etis sendiri.
Alasan Pentingnya Etika Komputer
James Moor mengidentifikasikan tiga alasan utama dibalik minat masyarakat
yang tinggi akan etika komputer: kelenturan secara logis, faktor transformasi, dan
faktor ketidaktampakan.
a. Kelenturan secara logis
Moor mengartikan kelenturan secara logis
sebagai kemampuan untuk memprogram komputer untuk melakukan hampir
apa saja yang ingin kita lakukan. Komputer akan melakukan terpat seperti apa
yang diinstruksikan oleh pemogram, dan hal ini bisa menjadi pikiran yang
menakutkan. Tetapi, jika komputer digunakan untuk melakukan kegiatan yang tidak
etis bahayanya bukan terletak pada komputer tersebut, melainkan orang-orang
yang berada di balik komputer tersebutlah yang bersalah.
b. Faktor transformasi
Alasan atas etika komputer yang ini
didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah cara kita mengerjakan
sesuatu dengan drastis. Salah satu contoh yang baik adalah e-mail. E-mail tidak
menggantikan surat biasa atau sambungan telepon, melainkan menyediakan cara
berkomunikasi yang benar-benar baru.
c. Faktor ketidaktampakan
Alasan ketiga untuk minat masyarakat atas
etika komputer adalah karena masyarakat memandang komputer sebagai kotak hitam.
Seluruh operasi internal komputer tersebut tersembunyi dari pengelihatan.
Ketidaknampakan operasi internal ini memberikan kesempatan terjadinya
nilai-nilai pemograman yang tidak tampak, penghitungan rumit yang tidak tampak,
dan penyalahguanaan yang tidak tampak.
·
Nilai pemrograman yang
tidak tampak adalah perintah rutin yang dikodekan
programer ke dalam program yang menghasilkan prosen yang diinginkan si
pengguna. Selama proses penulisan program, programer tersebut harus melakukan
serangkaian penilaian mengenai bagaimana program tersebut harus mencapai
tugasnya. Contoh yang baik dari dampak nilai pemrograman yang tidak tampak
adalah bencana nuklir Three Mile Island. Operator pabrik telah dilatih untuk
menangani situasi darurat menggunakan model matematika. Model tersebut
dirancang untuk menyimulasikan satu malfungsi yang terjadi sendiri. Namun
apa yang terjadi adalah banayak malfungsi muncul secara bersamaan.
·
Perhitungan rumit yang
tidak tampak berbentuk program yang sangat rumit
sehingga pengguna tidak dapat memahaminya. Seorang manajer tidak dapat
menggunakan program semacam ini tanpa mengetahui bagaimana komputer melakukan
semua perhitungan tersebut.
·
Penyalahgunaan yang tidak
tampak mencakup tindakan yang disengaja yang
melintasi batasan hukum maupun etis. Semua tindakan kejahatan komputer berada
pada kategori ini, misalnya tindakan tak etis seperti pelanggaran hak individu
akan privasi dan memata-matai orang lain.
Hak
Sosial dan Komputer
Masyarakat
tidak hanya mengharapkan dan dunia usaha untuk menggunakan komputer secara
etis, namun juga menuntut beberapa hak yang berhubungan dengan komputer.
Klasifikasi hak-hak manusia dalam wujud komputer yang paling banyak
dipublikasikan adalah PAPA rancangan Richard O. Mason. Mason menciptakan
akronim PAPA untuk mempersentasikan empat hak dasar masyarakat sehubungan
dengan informasi :
a. Privacy (Privasi)
b. Accuracy (Akurasi)
c. Property (Kepemilikan)
d.
Accessibility (Aseksibilitas)
Hak Privasi
Hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat, Louis Brandeis dikenal
karena memperkenalkan “ hak agar dibiarkan sendiri”. Mason merasa bahwa hak ini
terancam oleh dua hal, yaitu:
1. Meningkatkan
kemampuan komputer untuk digunakan dalam kegiatan mata-mata.
2.
Meningkatkan nilai informasi dalam proses
pengambilan keputusan
Menurut Mason, para pembuat keputusan
menempatkan nilai yang amat tinggi pada informasi sehingga mereka sering kali
melanggar hak privasi sesorang untuk mendapatkannya. Para peneliti pemasaran
sering kali ditemukan menyelidiki orang lain untuk mempelajari produk apa yang
mereka beli, dan pejabat pemerintahan sering kali menempatkan monitor ditoilet
untuk statistik lalu lintas yang akan digunakan untuk menjustifikasi perluasan
fasilitas tersebut.
Hal ini merupakan contoh dari
pengintaian yang tidak menggunakan komputer. Masyarakat umum sadar bahwa
komputer dapat digunakan untuk tujuan ini, namun mungkin tidak sadarkan
kemudahan dimana data pribadi dapat diakses, khususnya dengan menggunakan
internet.
Hak Untuk
Mendapatkan Keakuratan
Komputer memungkinkan tingkat
keakuratan yang tidak dapat dicapai dengan nokomputer. Potensi ini memang
tersedia, namun tidak selalu didapatkan. Beberapa sistem berbasis komputer
berisiskan lebih banyak kesalahan daripada yang diberikan sistem manual.
Hak Kepemilikan
Disini yang dibahas adalah hak kepemilikan intelektual, biasanya dalam
bentuk program komputer. Vendor peranti lunak dapat menghindari pencurian hak
kepemilikan intelektual melalui undang-undang hak cipta, hak paten, dan
persetujuan lisensi. Vendor peranti lunak mencoba untuk menutup lubang-lubang
pada hukum ini melalui perjanjian lisensi yang harus disetujui oleh para
pelanggan mereka saat mereka menggunakan peranti lunak tersebut. Hingga tahun
1980-an, peranti lunak tidak dilindungi oleh hak cipta atau hukum paten.
Hak Mendapatkan Akses
Sebelum diperkenalkannya basis data
yang berkomputerisasi, kebanyakan informasi tersedia untuk masyarakat umum
dalam bentuk dokumen cetak atau gambar mikroformat yang disimpan di
perpustakaan. Informasi ini berisikan berita, hasil penelitian ilmiah,
statistik pemerintah dan lain-lain. Sekarang, kebanyakan informasi ini telah
dikonversikan ke basis data komersial, sehingga membuat ketersediannya untuk
masyarakat berkurang. Untuk mengakses informasi ini, seseorang harus memiliki
peranti keras dan peranti lunak komputer yang diharuskan dan membayar biaya
akses, mengingat komputer dapat mengakses data dari penyimpanan lebih cepat dan
lebih mudah dibandingkan jenis teknologi lain, ironis bahwa hak mendapatkan
akses menjadi isu etika era modern.
PENGARUH SARBANES OXLEY
Jika
dahulu sebelum tahun 2002 tidak ada alasan yang kuat mengapa CIO harus menjadi
mercusuar integritas informasi didalam perusahaan, sekarang alasan itu sudah
ada. Untuk merespon skandal keuangan di Enron, Worldcom (sekarang MCI),
HealthSouth, dan Tyco, kongres Amerika Serikat mengeluarkan Undang-Undang
Sarbanes oxley ( secara resmi dinamai undag-undang perlindungan investor dan
reformasi akuntansi perusahaan public tahun 2002 ). Proposal unndang-undang ini
disetujui oleh DPR 423-3 dan senat 99-0, dan disahkan oleh presiden Bush pada
30 juli 2002. Tujuan dari Sarbanes oxley, yang dikenal dengan SOX, adalah untuk
melindungi para investor dengan cara membuat para eksekutif perusahaan
bertangggung jawab secar pribadi atas informasi keuangan yang diberikan ke
lingkungan perusahaan, khususnya pemegamg saham dan komunitas keuangan.
SOX
tediri atas 10 pasal utama, 2 diantaranya secara langsung memengaruhi unit
pelayanan informasi perusahaan :
· CEO dan CFO harus
menandatangani laporan keuangan
· Perusahaan-perusahaan Amerika
Serikat disyaratkan untuk memiliki unit audit internal
Jika CEO dan CFO harus menandatamgani
keuangan perusahaan, maka CIO dan pelayanan informasi harus memberikan
informasi keuangan yang memiliki 4 dimensi informasi yaitu, relevansi,
keakuratan, ketepatan waktu, dan kelengkapan. Dan jika semua perusahaan harus
memiliki staf auditor internal, mereka harus diwakili dalam penyusunan semua system
informasi, bukan hanya sistem keuangan.
- SOX 404
Agar memenuhi
persyaratan pengendalian yang diwajibkan oleh SOX, seorang CIO harus menjaga agar
pengendalian seperti ini berbeda di dalam sistem selama proses perencanaan
sistem. Aktivitas perencanaan harus mencakup:
·
Identifikasi sistem yang memainkan peranan dalam pelaporan
keuangan
·
Identifikasi resiko yang dihadapi sistem ini
·
Mendesain pengendalian yang mengatasi resiko ini
·
Mendokumentasikan dan menguji pengendalian tersebut
·
Memonitor efektifitas pengendalian seiring waktu
·
Mempengaruhi pengendalian sebagaimana Dibutuhkan
-
SOX 409
Ketetapan SOX
lain yang mempengaruhi pelayanan informasi adalah 409, yang membahas mengenai pengungkapan
secara real time.
-
SOX dan COBIT
COBIT disebut
sebagai organisasi industri yang dapat memberikan standar keamana untuk sumber
daya informasi perusahaan. Organisasi yang sama dapat memberikan bantuan kepada
perusahaan untuk menangani tanggung jawab SOX. Standar COBIT amat selaras
dengan ekspetasi SOX. Karena COBIT memiliki lebih dari 47.000 anggota diseluruh
dunia, standar pelaporan keuangan dapat memberikan dampak global.
-
Meletakan Sarbanes-Oxyley pada Tempatnya
Dikatakan
bahwa pendekatan preskriptif diambil untuk menggambarkan SIM-hal ini digambarkan
sebagaimana seharusnya SIM harus dipraktikan. Serbanas-Oxley merupakan salah
satu argumen yang baik untuk pendekatan seperti ini. Perusahaan dan CIO yang
menerapkan MIS sebagaimana yang digambarkan seharusnya tidak menghadapi
kesulitan untuk memenuhi persyaratan SOX. Dengan kata lain, SOX mengharapkan
eksekutif, sistem keuangan, dan Ti untuk bekerja sebagaimana mereka seharusnya bekerja-yaitu secara
etis.
SEJARAH SARBANES OXLEY
Dalam
Association Certified Fraud Examiner (ACFE) Annual Fraud Conference ke-14 di
Chicago menerbitkan Sarbanes Oxley Act (SOX atau SOA). Undang-undang ini
merupakan suatu terobosan dan sebagai reformasi terbesar di USA khususnya dan
dunia pada umumnya bagi penilaian corporate governance sejak diterbitkannya Securities
Acts of 1933 and 1934. Undang-undang tersebut diprakarsai oleh Senator Paul
Sarbanes (Maryland) dan Representative Michael Oxley (Ohio). Undang-undang ini
diterbitkan sebagai jawaban dari Kongres Amerika Serikat terhadap berbagai
skandal pada beberapa korporasi besar seperti: Enron dan kemudian diikuti oleh
WorIdCom, Qwest, Tyco, HeaIthSouth dan lain-lain, yang juga melibatkan beberapa
Kantor Akuntan Publik (KAP) yang termasuk dalam kelompok lima besar "the
big five" seperti: Arthur Andersen, PWC, dan KPMG. Semua skandal ini merupakan
contoh yang tragis dan menyedihkan bagaimana skema kecurangan (fraud schemes)
berdampak sangat buruk terhadap pemegang saham, pasar, pegawai dan masyarakat
dalam arti luas.
Dengan diberlakukannya undang-undang Sarbanes Oxley 2002 yang
ditandatangani oleh Presiden George Walker Bush pada 30 Juli 2002 diharapkan
dapat membawa dampak positif bagi berbagai profesi, antara lain : akuntan
publik bersertifikat (CPA); kantor akuntan publik (KAP); perusahaan yang
memperdagangkan sahamnya (listed di bursa US (termasuk direksi, komisaris,
karyawan, dan pemegang saham); perantara (broker); penyalur (dealer); pengacara
yang berpraktik untuk perusahaan publik; investor perbankan serta para analis keuangan.
Penerapan undang-undang tersebut dilatarbelakangi oleh bangkrutnya sejumlah korporasi
di Amerika Serikat.
AUDIT BERKELANJUTAN
Audit berkelanjutan (concurrent audit) sama dengan audit
operasional tetapi sulit berkelanjutan berlangsung terus-menerus. Sebagai
contoh, audit internal dapat secara acak memilih karyawan dan memberikan slip
gaji kepada mereka tanpa menggunakan sistem surat-menyurat perusahaan. Prosedur
ini agar menjaga nama di catatan pembayaran gaji mewakili karyawan sungguhan
dan bukanlah entri fiktif yang dibuat oleh seorang penyedia (supervisor) curang
yang ingin mendapat gaji lebih.
Dalam
audit operasional dan beriringan, auditor internal mempelajari sistem yang
sudah ada. Namun auditor tidak harus menunggu hingga sistem diimplementasikan
untuk mempengaruhi sistem tersebut. Auditor internal selayaknya berpartisipasi
secara aktif dalam perancangan sistem karena dua alasan. Pertama biaya untuk
memperbaiki kelemahan sistem meningkat secara dramatis seiring dengan siklus
masa hidup sistem. Kedua, untuk melibatkan para auditor internal dalam
perancanan sistem adalah mereka menawarkan keahlian yang dapat meningkatkan
kualitas sistem tersebut.
Desain
Sistem Pengendalian Internal
Desain sistem dapat
didefinisikan sebagai penggambaran,dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari
beberapa data secara terpisah ke daIam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
Dengan kata lain, desain sistem pengendalian internal ialah penggambaran dan
pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa data pengendalian internal
secara terpisah, yang dijadikan satu kesatuan yang utuh dan berfungsi bagi pihak
pihak yang berkepentingan.
Dengan demikian Desain
Sistem Pengendalian Internal dapat diartikan sebagai berikut :
Tahap setelah analis dari
siklus pengembangan system pengendalian yang kemudian dilakukan Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan
fungsional, serta bagian dari persiapan untuk rancang bangun implementasi, yang
selanjutnya menggambarkan bagaimana system terbentuk yang dapat berupa
penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa
elemen yang yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi termasuk
menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat
keras dari suatu system.
Subsistem Audit Internal
Dalam sistem informasi financial, subsistem audit internal merupakan
salah satu sub sistem input. Melibatkan audit internal dalam tim perancangan
sistem merupakan suatu langkah yang baik untuk mendapatkan sistem informasi
yang terkendali dengan baik, dan sistem tersebut merupakan langkah yang baik
untuk memberikan yang mereka perlukan kepada manajemen informasi guna mencapai
dan mengelola operasional bisnis yang beretika.
AUDIT OPERASIONAL
Menurut Guy dkk. (2003:419) audit operasional merupakan
penelaahan atas prosedur dan metode operasi entitas untuk menentukan tingkat
efisiensi dan efektivitasnya. Pada kesimpulan tentang audit operasional,
rekomendasi yang umumnya diberikan adalah memperbaiki prosedur. Audit operasional
kadang-kadang disebut audit kinerja, audit manajemen, atau audit komprehensif. Audit
Operasional (operational audit) tidak dilaksanakan untuk memverifikasi
keakuratan catatan, melakukan untuk memvalidasi efetivitas prosedur. Audit
jenis ini merupakan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem pada
tahap analisis dari masa siklus perancangan sistem. Sistem yang dipelajari
hampir selalu berbentuk virtual dan bukan fisik, namun tidak selalu melibatkan
komputer. Ketika para auditor internal melaksanakan audit operasional,
mereka mencari tiga fitur sistem dasar yakni :
§ Kecukupan pengendalian.
§ Efisiensi.
§ Kepatuhan dengan kebijakan perusahaan.
AUDIT FINANSIAL
Audit Finansial adalah audit untuk mengukur tingkat
efisiensi, efektivitas dan produktivitas suatu perusahaan. Sasarannya adalah :
1. Menilai efektivitas satuan kerja yang mengurus keuangan
perusahaan dengan nama atau nomenkatur apapun satuan kerja itu dikenal
2. Mencari fakta dan infomarsi tentang efisiensi kerja internal
satuan yang mengukur keuangan perusahaan.
Audit finansial melakukan pemeriksaan atas
kewajaran praktek akuntansi berdasarkan standart akuntansi yang diterima. Artinya
audit finansial memverifikasi apakah laporan keuangan yang memuat informasi
historis telah disajikan secara wajar.
Karekteristik audit finansial :
1. bertujuan
memberikan opini tentang kewajaran laopran keuangan
2. Ruang
lingkupnya atas data atau catatan keuangan
3. Standart
penilainya berdasarkan prinsip akuntansi secara umum
4. Guna dari
audit finansial adalah untuk pihak luar ( ekstern )
Audit finansial (financial audit) memverifikasi
catatan-catatan perusahaan dan merupakan jenis aktivitas yang dilaksanakan
auditor eksternal. Pada beberapa tugas, auditor internal bekerja sama dengan
auditor eksternal. Pada tugas lain auditor internal melakukan seluruh pekerja
audit sendiri.
Prosedur Auditing finansial :
Tujuan utama audit laporan keuangan adalah
untuk mengidentifikasi kesalahan dan penyimpangan yang jika tidak terdeteksi
akan memberikan dampak materil pada kewajaran penyajian dan kesesuaian laporan
keuangan dengan GAAP. Agar fisibel dan dapat dibenarkan secara ekonomis, proses
audit bertujuan untuk mencapai tingkat kepastian yang wajar atas data yang
ditelaah. Laporan audit dapat terkena kemungkinan kesalahan tersebut.
AUDIT INFORMASI
Audit
informasi merupakan sarana dimana sebuah organisasi dapat lebih memahami akan
tugas dan kegiatan yang mendukung terhadap keberhasilan organisasi yang
bersangkutan. Audit informasi akan meningkatkan pemahaman tentang informasi dan
pengetahuan yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Audit informasi menggunakan database sumber daya informasi yang
dikembangkan untuk menyimpan data. Data-data tersebut dikumpulkan untuk
menentukan seberapa baik tugas-tugas dan kegiatan yang selaras dengan tujuan
organisasi dan arti strategis. Tidak hanya tugas dan kegiatan, data-data
tersebut juga mencakup sumber informasi. Berdasarkan data-data tersebut, sebuah
organisasi dapat mengeliminasi atau minimalisasi tugas dan layanan yang
bersifat non-strategis dan tidak dapat mendukung organisasi tersebut. Audit
informasi dapat membentuk dasar yang kuat untuk pengembangan strategi manajemen
pengetahuan dengan menyediakan landasan untuk dataset audit pengetahuan yang
memungkinkan identifikasi bagaimana dan di mana pengetahuan sedang dibuat dan
digunakan, dan siapa saja yang memerlukan pengetahuan tersebut.
Audit
informasi berjalan satu langkah lebih maju dalam mengembangkan strategi
manajemen pengetahuan. Audit informasi tidak hanya mencari tahu sumber daya
informasi dan jasa yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan mereka, tapi juga
bagaimana sumber informasi dan layanan benar-benar digunakan. Audit informasi
juga dapat menghasilkan peta arus informasi dalam suatu organisasi dan
lingkungan eksternalnya.
Suatu
audit informasi adalah suatu proses yang digunakan untuk:
•
Mengidentifikasi kebutuhan informasi organisasi
dan menetapkan tingkat kepentingan strategis untuk kebutuhan.
•
Identifikasi sumber daya dan layanan yang saat
ini disediakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut
•
Pemetaan arus informasi dalam suatu organisasi
dan antara organisasi dan lingkungan eksternal
•
Analisa kesenjangan, duplikasi inefisiensi dan
daerah yang memungkinkan di
perlukannya perubahan
Proses audit informasi memungkinkan pemetaan arus
informasi dalam suatu organisasi dan antara organisasi dan lingkungan
eksternal. Audit informasi merupakan bagian dari Audit Internal yang
melaksanakan analisis yang sama seperti auditor eksternal namun memiliki tanggung
jawab yang lebih luas.
Salah satu tugas auditor internal ialah menyusun
etika penggunaan komputer, satu kelompok dapat memegang peranan yang amat
penting. Oleh sebab itu dibutuhkan audit informasi. Perusahaan dengan semua
ukuran mengandalkan auditor eksternal (external auditor) dari luar organisasi
untuk memverifikasikan keakuratan catatan akuntansi. Perusahaan-perusahaan yang
lebih besar memiliki staff tersendiri yang berfungsi sebagai auditor internal
(internal auditor).
Audit external tidak dapat
melakukan tindakan audit yang sama dengan audit internal, karena terdapat
batasan – batasan yang diterapkan oleh Badan Pengawa Pasar Modal. Oleh sebab
itu, audit internal harus ditempatkan pada posisi yang tepat. Dewan direktur mencakup komisi audit (audit committee), yang
mendefinisikan tanggung jawab dari departemen audit internal dan menerima
sebagian besar laporan audit internal. Disini Direktur
audit internal (director of internal auditing) mengelola departemen audit
internal dan biasanya melapor ke CEO atau direktur keuangan (chief financial
officer-CFO). Posisi tingkat tinggi audit di dalam organisasi menjaga agar
posisi ini dihormati sebagai aktivitas yang penting dan mendapatkan kerja sama
dari para manajer di semua tingkat.
Pentingnya Objektivitas
Hal unik yang ditawarkan
auditor adlah objektivitas. Mereka beroperasi secara independen terhadap
unit-unit bisnis perusahaan dan tidak memiliki hubungan dengan individu atau
kelompok lain di dalam perusahaan. Agar auditor dapat menjaga objektivitas,
mereka harus menyatakan bahwa mereka tidak menginginkan taggung jawab operasional
sistem yang mereka bantu kembangkan. Mereka hanya bekerja dengan kapasitas
sebagai penasihat.
Berdasarkan
Jenis Aktivitas Audit, terdapat empat jenis dasar audit internal, antara lain
yaitu audit financial, audit operasional, audit berkelanjutan, dan desain
sistem pengendalian internal
Langganan:
Postingan (Atom)